Dalam kunjungan akademik ke Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SKIL) Malaysia, Dr Andika Novriadi MAg, mewakili bidang kerja sama lembaga Ikatan Sarjana Alumni Dayah (ISAD) Aceh, menyampaikan keprihatinan sekaligus dorongan kepada pemerintah dan akademisi Aceh untuk memperhatikan pendidikan agama bagi anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Aceh yang bersekolah di SKIL.
Dalam pertemuannya dengan pihak manajemen SKIL, Dr Andika memperoleh informasi bahwa jumlah pelajar asal Aceh di sekolah tersebut sangat besar.
Mereka merupakan anak-anak dari para pekerja migran yang menetap di berbagai wilayah Malaysia dan mengenyam pendidikan formal di bawah naungan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur.
“Anak-anak kita dari Aceh di SKIL membutuhkan perhatian khusus, terutama dalam penguatan pendidikan agama. Kami mendorong agar kampus-kampus di Aceh dapat memiliki program khusus yang menyentuh ranah ini, baik melalui pengabdian masyarakat, kuliah kerja lapangan, maupun kerja sama lintas lembaga,” ujar Dr Andika, Rabu (15/10/2025).
Selain itu, ia juga mendorong Pemerintah Aceh untuk menjalin komunikasi strategis dengan pemerintah pusat, agar dapat menempatkan guru dari Aceh di SKIL, khususnya tenaga pendidik yang memiliki kompetensi di bidang agama dan nilai-nilai pesantren.
Menurutnya, saat ini belum ada guru dari Aceh yang bertugas di sekolah tersebut, padahal SKIL menyelenggarakan pendidikan dari tingkat SD, SMP hingga SMA, dan sebagian besar siswanya berasal dari anak-anak PMI asal Aceh.
“Pemerintah Aceh perlu mengambil peran dengan menempatkan guru yang berintegritas dan memahami karakter pendidikan keislaman di lingkungan diaspora. Ini juga bentuk kontribusi nyata terhadap anak-anak Aceh di luar negeri,” tambahnya.
Sebagai lembaga di bawah koordinasi KBRI, SKIL memiliki posisi penting dalam diplomasi pendidikan Indonesia di luar negeri. Oleh karena itu, ISAD Aceh menilai perlu adanya terobosan dan sinergi antara Pemerintah Aceh, Kemenlu, dan Kemenag untuk memperkuat keberadaan guru agama serta menghadirkan atmosfer pendidikan yang bernuansa islami bagi anak-anak migran.
Kunjungan ini diharapkan menjadi awal kolaborasi nyata antara lembaga pendidikan di Aceh, pemerintah daerah dan pihak KBRI Kuala Lumpur dalam memperluas kiprah pendidikan Aceh di kancah internasional khususnya dalam memberikan sentuhan keagamaan bagi generasi muda Aceh yang tumbuh di luar negeri.
Sumber:
https://theacehpost.com/news/isad-aceh-ajak-akademisi-dan-pemerintah-perhatikan-pendidikan-agama-anak-pekerja-migran-di-malaysia/index.html







