Tentang ISAD

Tentang ISAD

Islam merupakan agama yang rahmatan lil’alamin (rahmat bagi semesta alam) dengan ajaran yang mendorong terwujudnya kemaslahatan dan kesejahteraan hidup bagi segenap umat manusia di dunia dan akhirat.

Para intelektual alumni dayah Aceh yang telah menyelesaikan studi Sarjana, Magister dan Doktor terpanggil untuk melanjutkan dakwah Islamiyah dan melaksanakan amar ma’ruf nahi munkar dengan mengorganisasikan kegiatan-kegiatanya dalam suatu wadah organisasi yang bernama Ikatan Sarjana Alumni Dayah (ISAD), yang bertujuan untuk mengamalkan ajaran Islam dan membela serta menjaga Ahlussunnah wal Jama’ah.

Ikatan Sarjana Alumni Dayah (ISAD) merupakan organisasi keagamaan yang berfungsi membantu melaksanakan kebijakan ulama dayah oleh para intelektual yang mempunyai integritas; kejujuran; komitmen; visi; kreatifitas; ketahanan mental; keadilan, sebagaimana diamanatkan oleh Abuya Prof. Dr. Tgk. H. Muhibuddin Waly pada 8 Rajab 1429 H / 05 Juli tahun 2008 M di Dayah Baitussabri Kecamatan Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar.

Ikatan Sarjana Alumni Dayah (ISAD) menjunjung tinggi akhlakul karimah sebagai pedoman perilaku serta mengembangkan ukhuwah islamiyah, wathaniyah dan ukhuwah insaniyah yang didasari prinsip-prinsip ketulusan, keadilan, moderat, keseimbangan dan toleransi sesuai dengan tujuan dasar pendirian organisasi Ikatan Sarjana Alumni Dayah (ISAD).

Sejak berdiri sudah empat periode kepemimpinan. Berikut tiga ketua yang telah dan sedang menjabat.

  1. Tgk Yusuf Qardhawi, MH : Periode 2008 – 2012 – Periode 2012 – 2018
  2. Tgk Bustamam Usman, MA : Periode 2018 – 2022
  3. Tgk Mustafa Husen Woyla, S.Pd.I : Periode 2022- 2025
  4. Tgk Mustafa Husen Woyla, S.Pd.I : Periode 2025 – 2030

Sejarah

Ikatan Sarjana Alumni Dayah (ISAD) Aceh didirikan sebagai wadah resmi bagi para intelektual alumni dayah untuk melanjutkan dakwah Islamiyah dan melaksanakan amar ma’ruf nahi munkar. Organisasi ini diinisiasi oleh Abuya Prof. Dr. Tgk. H. Muhibuddin Waly dan resmi berdiri pada 5 Juli 2008 M (8 Rajab 1429 H) di Dayah Baitussabri, Kuta Baro, Aceh Besar.

Pembentukan ISAD lahir dari kesadaran para sarjana, magister, dan doktor alumni dayah Aceh terhadap pentingnya peran intelektual dalam memperjuangkan aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah serta mengembangkan kapasitas keilmuan umat.

Sebagai organisasi keagamaan, ISAD berfungsi membantu melaksanakan kebijakan ulama dayah dengan menjunjung nilai integritas, kejujuran, komitmen, visi, kreatifitas, ketahanan mental, dan keadilan.

ISAD juga mengembangkan ukhuwah islamiyah, wathaniyah, dan insaniyah berdasarkan prinsip ketulusan, keadilan, moderat, keseimbangan, dan toleransi, sebagai landasan moral dalam membangun masyarakat berilmu dan berakhlak.

Visi

Menjadi organisasi sarjana alumni dayah yang berintegritas dalam menjaga, memperkenalkan, dan membela aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah serta memberdayakan intelektual muslim untuk kemaslahatan umat.

Misi

  • Menyatukan sarjana alumni dayah dalam sebuah organisasi keagamaan yang profesional dan berintegritas.
  • Menjaga, memperkenalkan, dan membela aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah serta tradisi ulama dayah salafiyah.
  • Mengembangkan sumber daya manusia alumni dayah agar memiliki kemampuan keilmuan, kepemimpinan, dan ketahanan mental.
  • Berperan dalam penelitian, pengembangan, dan pengamalan ajaran Islam melalui kegiatan tarbiyah, dakwah, dan sosial.
  • Membentuk komunitas keilmuan berbasis karakter islami sebagai sarana pembinaan intelektual dan moral.