Tentang ISAD

Tentang ISAD

Dewan Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Alumni Dayah (DPP ISAD) merupakan organisasi keagamaan berbasis dayah, sebagaimana diamanatkan oleh Abuya Prof. Dr. Tgk. H. Muhibuddin Waly pada 8 Rajab 1429 H / 05 Juli tahun 2008 M di Dayah Baitussabri Kecamatan Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar.

DPP Ikatan Sarjana Alumni Dayah (ISAD) menjunjung tinggi akhlakul karimah sebagai pedoman perilaku serta mengembangkan ukhuwah islamiyah, wathaniyah dan ukhuwah insaniyah yang didasari prinsip-prinsip keikhlasan, keadilan, moderat, keseimbangan dan toleransi sesuai dengan tujuan dasar pendirian organisasi Ikatan Sarjana Alumni Dayah (ISAD).

Sejak berdiri sudah empat periode kepemimpinan. Berikut tiga ketua yang telah dan sedang menjabat.

  1. Tgk Yusuf Qardhawi, MH : Periode 2008 – 2012 – Periode 2012 – 2018
  2. Tgk Bustamam Usman, MA : Periode 2018 – 2022
  3. Tgk Mustafa Husen Woyla, S.Pd.I : Periode 2022- 2025
  4. Tgk Mustafa Husen Woyla, S.Pd.I : Periode 2025 – 2030

 

Lebih konkritnya, Apa Itu ISAD?

Ikatan Sarjana Alumni Dayah (ISAD) adalah wadah kolektif yang menghimpun sarjana strata I – II – III hingga guru besar alumni dayah dari berbagai almamater dan daerah di seluruh Aceh, serta melibatkan tokoh-tokoh yang memiliki kepedulian nyata terhadap kemajuan dayah.

ISAD tidak dibangun untuk membesarkan kelompok tertentu, bukan perpanjangan dari satu dayah, dan tidak tunduk pada kepentingan sempit. ISAD berdiri sebagai ruang bersama yang independen, inklusif, dan kolaboratif, dengan semangat persatuan lintas dayah dan lintas generasi, berlandaskan manhaj Ahlussunnah wal Jama’ah yang mu’tabar.

Bidang Gerak

ISAD bergerak secara terarah dalam bidang:

• Advokasi dayah
• Dakwah
• Penelitian
• Keacehan (identitas, budaya, dan kearifan lokal)
• Kajian keislaman dan sosial
• Pengembangan SDM dayah
• Digitalisasi dan media dakwah
• Ekonomi dan kemandirian dayah
• Kemitraan strategis lintas sektor

Fokus Gerakan

Gerakan ISAD diarahkan pada:

• Meneguhkan dayah sebagai pusat pendidikan, kaderisasi ulama, dan peradaban
• Membela marwah ulama sebagai penjaga ilmu, akhlak, dan arah umat
• Mendorong modernisasi manajemen dayah tanpa memutus akar turats
• Mencetak santri dan alumni yang kompeten, adaptif, dan berdaya saing
• Mengonsolidasikan peran tokoh peduli dayah dalam ekosistem perubahan
• Meningkatkan mutu kurikulum dan kualitas pendidikan dayah
• Mengawal kebijakan publik agar berpihak pada keberlangsungan dayah
• Membangun jejaring alumni lintas profesi sebagai kekuatan strategis
• Menghasilkan riset dan kajian sebagai basis arah gerakan dan kebijakan
• Menjawab tantangan zaman: digitalisasi, ekonomi umat, dan perubahan sosial.

Arah Gerakan

ISAD bukan sekadar tempat berhimpun.
ISAD adalah arus pemikiran dan gerakan aksi.

Gerakan yang memastikan dayah tidak hanya bertahan, tetapi bertumbuh, berdikari, berpengaruh, dan memimpin di tengah perubahan zaman.

Gerakan yang menjembatani warisan turats dengan realitas modern, agar dayah tetap menjadi pusat rujukan bukan hanya di masa lalu, tetapi juga di masa depan.

ISAD hadir bukan untuk mengikuti arus, tetapi untuk menentukan arah dari dayah, untuk umat. (*)

Sejarah

Ikatan Sarjana Alumni Dayah (ISAD) Aceh didirikan sebagai wadah resmi bagi para intelektual alumni dayah untuk melanjutkan dakwah Islamiyah dan melaksanakan amar ma’ruf nahi munkar. Organisasi ini diinisiasi oleh Abuya Prof. Dr. Tgk. H. Muhibuddin Waly dan resmi berdiri pada 5 Juli 2008 M (8 Rajab 1429 H) di Dayah Baitussabri, Kuta Baro, Aceh Besar.

Pembentukan ISAD lahir dari kesadaran para sarjana, magister, dan doktor alumni dayah Aceh terhadap pentingnya peran intelektual dalam memperjuangkan aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah serta mengembangkan kapasitas keilmuan umat.

Sebagai organisasi keagamaan, ISAD berfungsi membantu melaksanakan kebijakan ulama dayah dengan menjunjung nilai integritas, kejujuran, komitmen, visi, kreatifitas, ketahanan mental, dan keadilan.

ISAD juga mengembangkan ukhuwah islamiyah, wathaniyah, dan insaniyah berdasarkan prinsip ketulusan, keadilan, moderat, keseimbangan, dan toleransi, sebagai landasan moral dalam membangun masyarakat berilmu dan berakhlak.

Visi

Menjadi organisasi sarjana alumni dayah yang berintegritas dalam menjaga, memperkenalkan, dan membela aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah serta memberdayakan intelektual muslim untuk kemaslahatan umat.

Misi

  • Menyatukan sarjana alumni dayah dalam sebuah organisasi keagamaan yang profesional dan berintegritas.
  • Menjaga, memperkenalkan, dan membela aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah serta tradisi ulama dayah salafiyah.
  • Mengembangkan sumber daya manusia alumni dayah agar memiliki kemampuan keilmuan, kepemimpinan, dan ketahanan mental.
  • Berperan dalam penelitian, pengembangan, dan pengamalan ajaran Islam melalui kegiatan tarbiyah, dakwah, dan sosial.
  • Membentuk komunitas keilmuan berbasis karakter islami sebagai sarana pembinaan intelektual dan moral.