Jalan Panjang Umar Rafsanjani Dari Dayah ke Ruang Publik
Tgk. H. Umar Rafsanjani, Lc,. MA, nama panjangnya, Ia tidak datang dari ruang yang serba siap. Ia tumbuh dari tradisi dayah yang keras dalam disiplin, panjang dalam kesabaran, dan ketat dalam adab. Jalannya tidak singkat. Ia berpindah dari satu dayah ke dayah lain. Aceh Utara. Aceh Selatan. Aceh Barat. Setiap tempat meninggalkan bekas. Setiap guru menyumbang cara pandang.
Kitab kuning menjadi bagian dari keseharian. Kitab tanpa harakat. Ia membacanya pelan. Mengulang. Tidak mengejar cepat selesai. Fikih, ushul fikih, tauhid, tasawuf, tafsir, dan hadis dipelajari sebagai satu kesatuan. Bukan untuk dipamerkan, tetapi untuk dipakai.
Di sela itu, ia belajar membaca Al Quran dengan serius. Ia menjadi qari bukan karena panggung, tetapi karena latihan yang berulang. Suaranya terbentuk dari disiplin. Bacaannya lahir dari kebiasaan.
Pendidikan formal kemudian membawanya keluar dari lingkungan dayah. Ia melanjutkan studi ke Mesir, di Universitas Al Azhar. Di sana ia bertemu dunia yang lebih luas. Bertemu perbedaan mazhab, latar belakang, dan cara berpikir. Setelah itu, Tunisia di Universitas Az Zaitunah. Lalu Malaysia, dengan pendekatan riset yang lebih sistematis.
Semua itu tidak menjadikannya berjarak dengan akar. Ia kembali ke Aceh. Menetap. Mengajar. Berdakwah. Ia memilih berada di tengah masyarakat, bukan di menara gading akademik.
Hari-harinya kini diisi dengan mengasuh pesantren yatim dan dhuafa. Ia terlibat langsung dalam pendidikan dan pembinaan. Tidak hanya mengatur dari jauh. Ia juga menjalankan amanah sebagai pendakwah bertauliah di Pulau Pinang, Malaysia. Dakwah lintas batas itu ia jalani sebagai tugas, bukan sebagai kebanggaan.
Di tingkat kelembagaan, ia terlibat dalam pengawasan keuangan syariah. Menjadi bagian dari Majelis Ulama Kota Banda Aceh. Ia masuk ke ruang-ruang yang membutuhkan pandangan keagamaan yang tenang dan argumentatif. Tidak selalu populer, tetapi diperlukan.
Organisasi bukan tujuan. Ia menjalaninya sebagai sarana kerja. Ada masa menjadi ketua. Ada masa menjadi sekretaris. Ada masa menjadi pembina. Ia bergerak di banyak wadah, tetapi tetap menjaga garis yang sama: khidmat pada umat.
Beberapa penghargaan pernah diberikan kepadanya. Dari hotel. Dari media. Dari lembaga dayah. Dari Malaysia. Ia menerimanya dengan sikap biasa. Tidak menjadikannya alasan untuk berhenti belajar atau merasa selesai.
Umar Rafsanjani tidak banyak bicara tentang pembaruan. Ia juga tidak gemar mengklaim perintisan. Ia memilih menyesuaikan diri dengan kebutuhan zaman, sejauh itu tidak mengorbankan prinsip.
Ia berjalan di antara dunia dayah dan ruang umum. Kampus. Lembaga. Kebijakan keumatan. Bukan untuk melintas batas demi sensasi, tetapi karena zaman memang menuntut ulama hadir lebih luas.
Ia tidak sedang membuat lompatan besar.
Ia sedang menjaga kesinambungan.
Bahwa ilmu yang lahir dari tradisi, bisa tetap hidup di tengah perubahan.
Bahwa ulama tidak harus keras untuk didengar. Dan bahwa kerja pelan, jika konsisten, tetap akan sampai. [Tim Liputan Khusus ISAD]
CV & Profil Tgk. H. Umar Rafsanjani, Lc,. MA
Nama: Umar Rafsanjani
Tempat Tanggal Lahir: Tanah Luas, 08 Juni 1978
Pekerjaan: Ustaz/Muballigh
Alamat: Jln. Teuku Meurah, Dusun Musafir, Gampong Alue Naga, Kec. Syiah Kuala 23116 Kota Banda Aceh
Pendidikan :
SDN Pulo U, Tanah Luas, Aceh Utara – 1990
Pondok Pesantren Dayah Bustanul Arifin Sp. Dama Tanah Pasir Aceh Utara – 1991
MTsN I Lhoksukon Aceh Utara – 1993
Pondok Pesantren Dayah Darussalam Labuhan Haji Aceh Selatan – 1995
Pondok Pesantren Dayah Bahrus Sa’adah/Darur Rahmah Kuta Fajar Aceh Selatan – 1998
Pondok Pesantren Dayah Budi Lamno Aceh Barat/Aceh Jaya – 2001
Pondok Pesantren Dayah Darussalamah Alue Tampak Kaway XVI Aceh Barat – 2003
MAS Alue Tampak / MAN 1 Meulaboh – 2003
Diploma III Ma’had Al Ihsaniah – Manhal Simpang Ampat Bukit Tambun Pulau Pinang Malaysia – 2004
S I Universitas Al Azhar Mesir – 2005
S II Universitas Az Zaitunah Tunisia – 2009
S II By Research Universitas Sains Malaysia – 2014
Pekerjaan Sekarang :
Pengasuh Pondok Pesantren Yatim & Dhu’afa Yayasan Dayah Mini Aceh
Anggota Dewan Pengawas Syari’ah PT. LKMS Mahirah Mu’amalah Kota Banda Aceh
Ketua Komisi C Majelis Ulama Kota Banda Aceh
Pendakwah bertauliah Pulau Pinang Malaysia
Organisasi :
1. Ketua Majelis Tastafi Kota Banda Aceh
2. Anggota Pembina Ikatan Sarjana Alumni Dayah – ISAD Aceh
3. Penasehat Ikatan Keluarga Alumni Timur Tengah – IKAT Aceh
4. Sekretaris Jenderal Rabithah Alumni Dayah Darussalam – Radad Aceh
5. Wakil Sekretaris Jenderal Rabithah Alumni Dayah Budi – RAB Lamno Jaya
6. Pembina Laskar Ahlussunnah Waljama’ah – Aswaja Aceh
7. Rais Suriah Nahdhatul Ulama – NU Kec. Syiah Kuala Banda Aceh
8. Ketua Komisi C MPU Kota Banda Aceh
9. Pimpinan YPI Dayah Mini Aceh
10. Dewan Pengawas Syari’ah – DPS PT. LKMS Mahirah Mu’amalah Kota Banda Aceh
11. Sekjen Ikatan Muballighin Nanggroe Aceh Darussalam – IMNAD Kota Banda Aceh
Award/Anugerah :
– Tokoh Agama Aceh dari Hermes Palace Hotel Banda Aceh
– Panelis Viewer Terbanyak Kajian Serambi Ramadhan dari ISAD Award
– Pejuang & Khadim Aqidah Ummat dari Dayah Budi Lamno Aceh Jaya
– Ulama Muda Millenial Berpengaruh dari The Aceh Post
– Seri Setia Bakti dari Syarif Abu Bakar Syah Negeri Kedah Malaysia