Tgk Rusli Daud: Ibadah Qurban Tumbuhkan Akhlak Mulia

ACEH BESAR – Ibadah qurban mengajarkan banyak hal yang berdampak langsung pada pembentukan akhlak mulia, di antaranya menumbuhkan rasa kepedulian terhadap sesama. Qurban mengajarkan untuk peka terhadap penderitaan orang lain. Daging hewan qurban dibagikan kepada fakir miskin dan tetangga sekitar, sehingga menciptakan empati, solidaritas, dan ukhuwah islamiyah.

Hal tersebut disampaikan Pimpinan Dayah Mishrul Huda Malikussaleh, Tgk Rusli Daud, S.HI., M.Ag, dalam khutbah Jumat di Masjid Jamik Silang Rukoh Blang Krueng, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar, Jumat (30/5/2025), bertepatan dengan 3 Dzulhijjah 1446 H.

“Qurban mendorong keikhlasan dan empati. Qurban mendidik kita untuk memberi tanpa pamrih, melatih keikhlasan, dan membentuk jiwa dermawan. Ini adalah pondasi akhlak sosial yang kuat,” ungkapnya.

Tgk Rusli Daud menguraikan bahwa qurban juga menanamkan rasa syukur dan kesadaran atas nikmat Allah. Dengan berqurban, umat diingatkan bahwa segala rezeki adalah titipan Allah yang harus dibagi dengan sesama.

“Begitu pula, qurban mengajarkan pengorbanan dan pengendalian diri. Qurban adalah latihan spiritual untuk mendahulukan perintah Allah daripada keinginan pribadi, serta mengendalikan hawa nafsu dan ego,” tegasnya.

Menurutnya, salah satu pelajaran utama dari qurban adalah ketaatan total kepada Allah. Hal ini tercermin dari kisah Nabi Ibrahim ‘alaihissalam yang rela menyembelih putranya atas perintah Allah, sebagaimana firman-Nya:
“Sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu, maka pikirkanlah apa pendapatmu.” (QS. Ash-Shaffat: 102)

“Ketaatan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail menunjukkan akhlak tertinggi, yaitu tunduk tanpa ragu terhadap perintah Ilahi. Ketaatan inilah yang menjadi ruh dari setiap ibadah, termasuk qurban,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa qurban tidak dilakukan untuk pamer atau mencari pujian, melainkan semata-mata karena Allah. Allah menegaskan dalam Al-Qur’an:
“Mereka tidak diperintah kecuali untuk menyembah Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya.” (QS. Al-Bayyinah: 5)

“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kalian.” (QS. Al-Hajj: 37)

“Yang Allah nilai bukanlah materi, tetapi niat, keikhlasan, dan ketakwaan. Ibadah qurban merupakan latihan untuk mengikis sifat riya’ dan memurnikan niat dalam beramal,” ujarnya.

Tgk Rusli Daud melanjutkan bahwa qurban menumbuhkan kepedulian sosial. Pembagian daging qurban kepada fakir miskin mengajarkan bahwa ibadah tidak hanya bersifat vertikal kepada Allah, tetapi juga harus berdampak sosial. Dari sinilah tumbuh empati, solidaritas, dan semangat berbagi.

Mayoritas ulama menyatakan daging qurban dibagi menjadi tiga bagian, yaitu sepertiga disedekahkan, sepertiga dihadiahkan, dan sepertiga dikonsumsi sendiri. Namun sebagian ulama membolehkan jika seluruh daging qurban disedekahkan.

Diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib, Rasulullah ﷺ memerintahkan agar seluruh daging, kulit, dan perlengkapan hewan qurban disedekahkan kepada kaum miskin.

Menurutnya, nilai-nilai qurban tidak boleh berhenti pada ritual tahunan semata, tetapi harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, seperti peduli terhadap sesama, ikhlas dalam berbagi, dan tidak pamrih dalam membantu.

“Nilai-nilai qurban harus kita wujudkan dengan bersyukur atas segala nikmat, selalu ingat kepada Sang Pemberi nikmat, siap berkorban demi kebaikan bersama—baik waktu, tenaga, maupun harta—serta sabar dan tabah dalam menghadapi rintangan dalam kebaikan,” pungkas Penyuluh Agama Islam Kemenag ini. (b02)

https://www.waspada.id/aceh/tgk-rusli-daud-ibadah-qurban-tumbuhkan-akhlak-mulia/