Ketua Tastafi Banda Aceh Ingatkan Umat: Jangan Hanya Jago Teori, Perbanyak Eksekusi Amal Sholeh

 

BANDA ACEH – Semangat mengaji yang digelorakan oleh Majelis Tastafi (Tauhid, Tasawuf, dan Fiqh) di Aceh tidak hanya sekadar mengejar pengetahuan kognitif, tetapi juga penekanan pada aspek pengamalan. Hal ini selaras dengan pesan kuat yang disampaikan oleh Ketua Tastafi Banda Aceh, Tgk H Umar Rafsanjani Lc MA.

Dalam berbagai kesempatan, termasuk khutbahnya yang baru-baru ini viral di media massa, Pimpinan Dayah Mini Aceh ini menyoroti fenomena “tukang bicara” yang menjamur di era digital. Beliau menegaskan bahwa dunia saat ini kelebihan orang yang pandai berteori namun minim dalam eksekusi nyata.

Bahaya Lisan dan Retorika Tanpa Kerja

“Sudah menjadi tontonan di zaman canggih ini, orang lebih banyak bicara konsep daripada kerja nyata. Kesannya luar biasa, membius pendengar, padahal hasilnya bisa jadi nol besar,” ujar Tgk Umar Rafsanjani.

Beliau mengutip sebuah hadis riwayat At-Tirmidzi yang mengingatkan bahwa manusia bisa tersungkur ke neraka akibat lisan mereka. Menurunya, banyak masalah yang tidak kunjung selesai karena hanya diperdebatkan di ruang publik tanpa ada tindakan konkret untuk menyelesaikannya.

“Allah SWT sangat membenci orang-orang yang hanya bicara tapi lupa pada praktik kerja, sebagaimana diperingatkan dalam Surat Ash-Shaff ayat 2-3,” tambahnya.

Jadwal Kajian Tastafi sebagai Solusi Amaliah

Untuk menjawab tantangan tersebut, Majelis Tastafi terus konsisten menyelenggarakan kajian rutin sebagai wadah bagi jamaah untuk belajar dan langsung mempraktikkan ilmu, terutama dalam memperbaiki ibadah (Fiqh) dan membersihkan hati (Tasawuf).
Bagi masyarakat Banda Aceh dan sekitarnya, berikut adalah panduan jadwal kajian yang dapat diikuti:
1. Kajian Utama di Masjid Raya Baiturrahman (MRB): Biasanya dilaksanakan pada Awal Bulan. Fokus pada pendalaman kitab-kitab muktabar bersama para ulama sepuh seperti Abu MUDI.
2. Kajian Tematik di Hotel Berbintang: Dilaksanakan secara tentatif pada Akhir Bulan. Sesi ini dirancang untuk menjangkau kalangan profesional agar nilai-nilai agama tetap teraplikasi dalam lingkungan kerja dan bisnis.
Undangan Beramal
Pesan dari Tgk Umar Rafsanjani menjadi pengingat bagi seluruh jamaah Tastafi agar setiap ilmu yang didapatkan di Masjid Raya maupun di kajian hotel tidak berhenti di catatan saja.

“Jangan jadi tukang bicara. Makin banyak bicara tanpa eksekusi, makin banyak salah. Mari kita pindah dari ‘negeri fantasi’ retorika ke ‘negeri realiti’ amal nyata,” pungkasnya.

https://aceh.tribunnews.com/2023/11/17/khutbah-jumat-tgk-umar-rafsanjani-banyak-orang-jago-teori-tanpa-eksekusi?page=all