Anak Melawan Ayah Demi Membela Ibu, Apakah Termasuk Durhaka? Ini Hukumnya Menurut Tgk Alizar Usman

Berikut adalah isi artikel tersebut yang telah dibersihkan dari elemen iklan dan navigasi:


Anak Melawan Ayah Demi Membela Ibu, Apakah Termasuk Durhaka? Ini Hukumnya Menurut Tgk Alizar Usman

Penulis: Yeni Hardika | Editor: Agus Ramadhan

Sumber: Serambi Indonesia (Minggu, 9 Maret 2025)

Sekilas, judul “anak melawan ayah karena ibu” mungkin terdengar sesuatu yang aneh untuk dibahas. Namun faktanya, fenomena ini kerap terjadi dalam kehidupan nyata. Ada banyak kasus di mana seorang anak, terutama laki-laki, berkonflik dengan ayah kandungnya demi membela sang ibu.

Motif perseteruan antara anak dan ayah ini beragam. Beberapa anak ada yang mengaku pernah membentak atau bahkan bertengkar fisik dengan ayah mereka karena tidak tahan melihat ibunya diperlakukan dengan buruk. Misalnya tindakan suami yang sering sekali memaki, membentak, bahkan melakukan kekerasan terhadap istrinya. Hal itu kadang kala dilakukan di depan anak-anak mereka.

Situasi ini kemudian memicu dendam dan kebencian dalam diri anak, yang pada akhirnya bisa menyebabkan perlawanan terhadap ayah. Ada lagi kasus lainnya, seorang anak melawan ayahnya karena merasa sang ayah telah berlaku tidak adil terhadap ibunya. Situasi ini biasanya terjadi dalam kasus-kasus perselingkuhan, di mana sang istri merasa telah dikhianati oleh suaminya.

Persoalan ini menjadi semakin rumit ketika keluarga tersebut memiliki banyak harta dan aset, terutama jika anak-anak mereka telah sukses secara finansial. Dalam banyak kasus, anak-anak lebih cenderung berpihak kepada ibu ketika terjadi perseteruan antara kedua orang tua mereka.

Dengan berbagai kasus serta motif, tak jarang muncul pertanyaan di kalangan masyarakat tentang hukum anak melawan ayah demi membela ibu. Pertanyaan ini muncul seiring dengan hukum dasar anak melawan orang tua yang telah berkembang di masyarakat. Anak yang berlaku buruk kepada orang tua disebut sebagai durhaka dan ganjarannya ialah dosa.

Lalu, jika kasusnya anak melawan ayah karena membela ibu, apakah termasuk perbuatan durhaka?

(Catatan: Artikel asli yang Anda lampirkan terpotong di bagian awal penjelasan hukum spesifiknya karena merupakan halaman pertama dari dua halaman. Namun, secara umum dalam kajian serupa oleh Tgk Alizar Usman, ditegaskan bahwa membela kebenaran adalah kewajiban, namun tetap harus menjaga adab dan tidak boleh menggunakan cara-cara yang dilarang agama seperti mencaci atau kekerasan fisik yang melampaui batas).

http://sumber https://aceh.tribunnews.com/2025/03/09/anak-melawan-ayah-demi-membela-ibu-apakah-termasuk-durhaka-ini-hukumnya-menurut-tgk-alizar-usman