Lelaki, Pena, dan Deru – Debu Sudan, Kini Wakil Ketua DPP ISAD
Ada sebuah ketenangan yang ganjil saat aku melihatnya. Ia tak butuh panggung yang megah untuk bicara; cukup lewat layar ponsel yang ia genggam, kata-katanya menjelma menjadi semacam cermin yang memaksa kita untuk menatap diri sendiri. Dunia mengenalnya sebagai Tu Sudan. Namun bagiku, ia adalah seorang pelancong ilmu yang berhasil menaklukkan kerasnya sastra Arab dengan kelembutan hati.
Sastra Arab itu rumit, pelik, dan seringkali membuat dahi berkerut. Tapi di tangan lelaki ini, balaghah yang kaku itu luruh menjadi barisan kalimat yang ringan, jernih, dan renyah. Ia menulis bukan untuk memamerkan kecerdasan, tapi untuk membagi rasa.
Aku teringat bagaimana banyak orang seringkali merasa tersentak, bahkan “tersindir” saat membaca status-statusnya di jagat maya. Kalimatnya tajam, ya, tapi ketajaman itu bukan untuk melukai. Ia seperti pisau bedah seorang dokter yang bekerja dengan jujur. “Aku menulis bukan untuk mengubah dunia,” bisiknya dalam setiap tarikan napas dakwahnya, “tapi untuk memperbaiki jiwaku sendiri.” Sebuah kejujuran yang langka di tengah riuhnya orang yang haus pengakuan.
Secara personal, Tu adalah pribadi yang tak suka berbasa-basi. Ia tipikal lelaki yang langsung menembus inti masalah— to the point . Bagi yang tak paham, mungkin akan merasa terusir oleh sikapnya yang ringkas. Namun, jika kau sudah duduk melingkar dengannya dalam hangatnya persaudaraan, kau akan menemukan humor yang segar dan ketulusan yang tanpa sekat. Ia tidak punya waktu untuk drama atau permusuhan. Baginya, hidup ini terlalu singkat jika dihabiskan untuk mencari lawan.
Kini, ia berdiri di ambang pintu gelar doktornya. Menunggu waktu untuk terbang kembali ke Sudan demi sebuah munaqasyah. Tapi bagiku, gelar itu hanya sekadar angka dan huruf di belakang nama. Sebab, gelar sejatinya sudah ia ukir di hati setiap pembaca setianya. Tu Sudan adalah hujan yang jatuh di tanah yang gersang; ia turun begitu saja, membasahi tanpa memilih, memberi kehidupan tanpa pernah menuntut kembali.
Dan, tim tim formatur serta Ketua Dewan Pembina ISAD menetapkan diri sebagai Wakil Ketua Umum DPP ISAD Periode 2025-2030. [*]